Blue Moon 22 Agustus dan Akan Terjadi Lagi 2024

Sekolahnews.com – Fenomena Blue Moon merupakan peristiwa alam yang menarik untuk diketahui. Bila kita biasanya familiar dengan istilah Super Moon atau Blood Moon, Blue Moon merupakan peristiwa alam yang diprediksi terjadi pada 22 Agustus 2021.
Blue Moon sebenarnya merupakan istilah atas terjadinya jenis musiman atau Seasonal Blue Moon. Blue Moon merupakan bulan purnama ketiga dalam satu musim astronomi yang terjadi empat kali bulan purnama. Warna biru yang tampak pada bulan tersebut bukanlah warna dari bulan itu sendiri melainkan warna dari pantulan cahaya yang terpengaruh oleh atmosfer bumi.
Fenomena Blue Moon ini juga menunjukkan pada kita bahwa bulan berada di sekitar Jupiter dan Saturnus. Fase ini berulang pada tanggal kalender yang sama setiap 19 tahun. Jika pada setiap musim terdapat tiga bulan purnama, maka terdapat bulan purnama sebanyak 228 kali. Namun, pada 19 tahun sekali, akan terdapat 235 bulan purnama. Sehingga tujuh bulan purnama ekstra ini muncul tujuh musim dalam 4 bulan purnama.
Peristiwa bulan yang tampak berwarna biru ini terjadi setiap dua hingga tiga tahun sekali. Sebelum bulan ini, fenomena ini telah terjadi pada 19 Mei 2019 atau 22 Mei 2016. Tujuh prediksi berikutnya, fenomena ini akan terjadi 19 Agustus 2024, 20 Mei 2027, 24 Agustus 2029, 21 Agustus 2032, 22 Mei 2035, 18 Mei 2038, dan 22 Agustus 2040.
Menurut para ahli, meskipun Blue Moon terjadi dari matahari terbenam hingga matahari terbit keesokan harinya, tetapi tetap memberikan risiko radiasi yang tinggi terhadap manusia. Sehingga mereka menyarankan untuk menyaksian fenomena ini lebih baik menggunakan pantulan cermin. Radiasi yang muncul dari fenomena ini dianggap cukup berbahaya.
Istilah bulan biru sendiri masih dianggap simpang siur. Sebab istilah tersebut tidak berasal dari warna yang ditimbulkan oleh bulan. Banyak nama yang diberikan pada fenomena alam satu ini seperti misalnya: bulan purnam sturgeon, bulan jagung, bulan gabah, dan bulan purnama merah. Pemberian nama yang beragam ini merujuk pada istilah yang diberikan untuk bulan purnama dari empat bulan tertentu menurut penduduk asli Amerika dan tradisi Eropa.
Menariknya, fenomena bulan yang tampak berwarna biru ini bahkan dijadikan inspirasi lagu populer klasik yang ditulis oleh Richard Rodgers dan Lorenz Hart pada tahun 1934. Lagu ini menjadi hits pada 1949 dan 1961. Blue Moon juga dijadikan merek minuman keras yang diproduksi tahun 1995 di Colorado, Amerika Serikat.(kalderanews.com).