Temu Bloger Pendidikan dan Kebudayaan 2019

SekolahNews — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar kegiatan Temu Bloger Pendidikan dan Kebudayaan 2019 di Perpustakaan Kemendikbud, Jakarta, Selasa (3/12/2019). Dikutip dari kemendikbud.go.id, ada dua tema utama yang dibahas dalam Temu Bloger ini adalah tentang pendidikan karakter dan digitalisasi sekolah.

Kepala BKLM Ade Erlangga memberikan penjelasan tentang pendidikan karakter. Menurutnya, untuk mencapai pendidikan yang efektif membutuhkan kesadaran para pelaku pendidikan dan pemanfaatan teknologi informasi yang dapat diterapkan di bidang pendidikan.

Baca juga: Survei Kualitas Pendidikan PISA 2018: Indonesia Peringkat Berapa?

“Karena infrastruktur yang bagus pun tidak cukup untuk menghasilkan sebuah hasil pendidikan yang hebat. Untuk itu peranan guru dalam membangun pendidikan karakter itu sangat penting karena guru itu digugu dan ditiru. Guru dapat mengukir sejarah hidup seseorang,” tuturnya.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Teknologi Pembelajaran Berbasis Multimedia dan Web, Hasan Chabibie memberikan penjelasan tentang program digitalisasi sekolah. Menurutnya, saat ini para pendidik harus mempersiapkan bekal untuk anak-anak agar dapat hidup sesuai zamannya nanti. Karena itulah pemanfaatan teknologi sangat dibutuhkan, terutama di era digital seperti sekarang ini. Dari Kemendikbud sendiri telah membuat sebuah aplikasi belajar berbasis daring (online) yang dapat diunduh secara gratis, yaitu Rumah Belajar.  

Sekitar 100-ribu guru se-Indonesia telah mengikuti pelatihan pembuatan bahan ajar berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang kemudian diseleksi dan dipilih lgi menjadi 100 guru istimewa yang ikut serta dalam pembuatan konten dan penggerak forum pembelajaran ini. Rumah Belajar yang telah didirikan sejak tahun 2011 ini memiliki slogan “Belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja”. Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan siapapun yang akan mencari tahu ilmu maupun wawasan secara luas, bebas dan gratis.

Baca juga: 340 Siswa Ikuti Kemah Pendidikan Karakter

Seorang bloger dari anakjalan.home.blog, Muhammad Hadi mengatakan, aplikasi Rumah Belajar cukup efektif untuk proses pembelajaran. Karena gratis, tidak perlu membeli buku-buku soal ujian lagi. Namun perlu penambahan konten agar terlihat menarik,” tutur Hadi yang tergabung dalam komunitas bloger portal suara.com.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, ada lima nilai utama karakter prioritas penguatan pendidikan karakter, yaitu religius, integritas, nasionalis, mandiri dan gotong royong. Maka dari itu peningkatan kualitas guru dalam proses belajar dan mengajar perlu ditingkatkan lagi agar penyampaian materi kepada peserta didik menjadi lebih kreatif dan inovatif serta mampu memenuhi lima karakter prioritas penguatan pendidikan karakter. (Resa Dara Yusita/Desliana Maulipaksi)