3 Pejabat Indonesia Yang Tidak Ambil Gaji

SekolahNews — Mungkin selama ini kita tidak tahu bahwa sedikitnya ada 3 pejabat di Indonesia yang tidak mau menerima penghasilan selama menjabat.

Mereka hanya ingin mengabdikan diri kepada negara dan memberikannya kepada orang-orang yang membutuhkan.

1. Dahlan Iskan

Pria kelahiran 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur, adalah mantan CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group.

Baca juga: M. Natsir, Menteri dengan Jas Bertambal

Ia pernah menjadi Direktur Utama PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada tahn 2009 dan dipercaya menjadi menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun 2011.

Selama menduduki jabatan tersebut, beliau sama sekali tidak mau menerima gaji, bahkan tidak menggunakan beberapa fasilitas yang menjadi haknya.

Saat diwawancarai oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang dikutip dari channel Youtube, pak Dahlan Iskan mengatakan gajinya saat menjadi dirut PLN sekitar Rp. 160 juta. Beliau sangat bersyukur karena masih diberikan kesempatan hidup setelah mengalami  3 kejadian yang hampir merenggut nyawanya, seperti terkena kanker hati, kecelakaan pada saat eksperimen mobil listrik di Sarangan, dan kena serangan jantung saat umroh.  

Dia merasa hidupnya sebelum menjadi pejabat negara sudah berkecukupan. Saat ini beliau mengisi hari-harinya dengan mengajar jurnalistik, mengurus pesantren keluarga yang berjumlah sekitar 120 buah dengan 120 ribu santri, dan menulis buku.

2. Sandiaga Uno

Saat menjadi wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno  tidak mengambil gajinya. Pria kelahiran Riau tanggal 28 Juni 1969  menyalurkan pendapatannya itu ke Baznas. Berdasarkan  Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 109 tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Wakil Gubernur DKI mendapatkan gaji pokok Rp 2,6 juta dan tunjangan jabatan Rp 4,3 juta per bulan, sehingga totalnya Rp. 6,9 juta yang disumbangkan. Gaji pokok dan tunjangan wakil gubernur ke Bazis DKI dan langsung dipotong melalui Bank DKI.

Sandiaga Uno yang pernah menimba ilmu di Wichita State University dan George Washington, Amerika merupakan seorang pengusaha sukses dan pernah masuk 100 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes. Ia memiliki perusahaan bernama PT Saratoga Investama Sedaya yang usahanya meliputi pertambangan, telekomunikasi dan bidang lainnya.

Sandiaga Uno menambahkan jika keputusannya masuk politik bukan untuk memperkaya diri melainkan untuk mengabdi kepada masyarakat.

3. Hendrata Thes

Bupati Kepulauan Sula, Maluku Utara periode tahun 2016 – 2021 tak pernah mengambil gaji pokok selama menjabat kepala daerah. Hendrata atau biasa disapa Ko Heng mengalihkan penghasilannya untuk membantu orang-orang yang lebih membutuhkan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi janji kampanye saat mencalonkan diri menjadi calon bupati.

Baca juga: Ir. Sutami, Menteri Tapi Miskin

“Gaji bupati sebesar Rp13.140.000 hanya diterima Rp6 juta, sedangkan sisanya Rp7.140.000 diberikan kepada warga yang sangat membutuhkan, kata Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Hj Mardia di Ternate, Minggu (25/9/2016).

Secara admisnitrasi gaji tetap diterima oleh Bupati karena itu aturan. Kemudian, Bupati berikan jika orang-orang yang membutuhkan mendatangi rumahnya atau bertemu Bupati dikantor dan dimana saja.

Pemeberian gaji tersebut, khusus bagi orang yang sakit, kebutuhan anak sekolah bagi orang tua kurang mampu serta untuk membangun infrastruktur di wilayah kekuasaannya.