Benturan Ambisi dan Kebahagiaan dalam “Para Perasuk”

Sekolahnews – Salah satu film yang paling dinantikan tahun ini adalah “Para Perasuk. Menampilkan bentuk penyaluran emosi yang tak biasa. Mencerminkan apa yang dialami manusia mulai dari mengejar ambisi, bayangan masa lalu, hingga berdamai dengan diri sendiri. Semua emosi itu disalurkan dalam sebuah pesta kerasukan, yang menjadi cara para karakter di filmnya dalm menemukan kebahagiaan sekaligus pelarian.

“Para Perasuk” juga akan mengajak penonton melihat kerasukan dengan cara yang berbeda. Selama ini, banyak yang menganggap kerasukan sebagai sebuah proses yang menyeramkan karena melibatkan roh gaib, namun di film ini, kerasukan menjadi ritual yang menyenangkan. Kerasukan menjadi metafora untuk melepaskan beban yang telalu lama dipendam dan menjadi bentuk eskapisme.

“Para Peraduk” sebelumnya tayang perdana di Festival Film Sundance 2026. Film ini juga telah ke berbagai festival film internasional, termasuk berkompetisi di Miami Film Festival pada program Marimbas Award, berkompetisi di Fantaspoa Brasil, menjadi official selection di program Artful Visions & Asian Frontier di MSPIFF Amerika Serikat dan terpilih untuk berkompetsi di MOOOV Belgia.

Selain luar negeri, film ini sebelumnya juga ditayangkan di 14 kota di Indonesia dan semuany sold out. Dan masih ada beberapa kota lagi akhir pekan ini yang pembelian tiketnya baru dibuka kemarin. Di early screening, banyak yang memuji penampilan dari jajaran para ansambel, yang membawa energi yang saling menguatkan dan membuat ceritanya hidup.

Di film ini, penonton juga akan menyaksikan banyak hal yang tak terduga yang belum pernah dilihat sebelumnya. Seperti Angga Yunanda yang harus melata seperti lintah, bergelantung dengan kepala terbalik, Maudy Ayunda yang nyeker dan harus menari bak perasuk, Anggun yang merapal mantar, hingga Chicco Kurniawan dan Bryan Domani yang bermain drum.

Untuk penciptaan koreografi, Wregas menggandeng koreografer Siko Setyanto. Seluruh koreografi yang diciptakan Siko merupakan orisinal dan tak meniru dari tradisi yang sudah ada. Tari-tari dan koreografer gerak tubuh inilah yang kemudian diterjemahkan sebagai berbagi lapisan emosi rasa takut, cinta dan keinginan mejadi energi kolektif.

“Wregas punya pandanganyangsangat unik. Seperti filmnya selalu memilki isu sosial, caranya bercerita membuat kita tergugah dan membuat kita mempertanyakan banyak hal ke diri sendiri. Dan harapannya “Para Perasuk” juga bisa meningalkan kesan ke semua orang,” ujar Anggun yang memerankan Guru Asri.

“Para Perasuk” dibintangi Angga Yunanda, Anggun, Maudy Ayunda, Chicco Kurniawan, Bryan Domani, Indra Birowo, dan Ganindra Bimo. Iman Usman, Amalia Rusdi dan SIera Tamihardja mengambil kursi produser.

“Para Perasuk” akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 23 April 2026.