Pemkot Bandung Hadirkan TV Bandung 132, Solusi Belajar Jarak Jauh

Sekolahnews.com – Untuk mengatasi sulitnya sinyal, juga ketersediaan kuota internet dalam pembelajaran jarak jauh, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengujicoba tayangan perdana program Padaringan (Pembelajaran Dalam Jaringan) bagi proses belajar siswa di masa pandemi Covid-19 melalui melalui kanal TV Satelit Bandung 132.

Televisi “Bandung132” hadir berkat kerjasama antara Pemkot Bandung, Bandung Economic Empowerment Center (BEEC) dan PT Daulat Global Digital (DDG) selaku vendor pemilik kanal TV Satelit menyediakan kanal gratis (Bandung132). Kerja sama ini juga melibatkan CSR dari Bank BJB.

Selain memberikan kanal gratis, PT DDG juga memberikan bantuan gratis antena mini parabola dan dekoder pada tahap pertama sebanyak 1.000 unit guna menangkap askses siaran program Padaringan di kanal TV Bandung 132. 

Baca juga: Memanfaatkan Radio untuk Belajar Jarak Jauh

CEO PT DDG, Jerri Ludiansyah mengaku mencoba membantu siswa SD dan SMP dengan menyediakan kanal TV Bandung 132 untuk media pembelajaran hemat dan tidak menggunakan kouta internet.

“Ini bentuk rasa prihatin kami atas kondisi saat ini bagi siswa tidak mampu. Kami juga memberi bantuan gratis pada tahap pertama sebanyak 1.000 antena mini parabola dan dekoder untuk mengakses TV Bandung132,” katanya seperti dikutip dari elsinta.com.

Sementara itu ketua BEEC, Ujang Koswara yang akrab disapa Uko mengatakan, fasilitas televisi satelit baru terdapat di RT-RT yang berada di 2 kecamatan di Kota Bandung.

Menurutnya, fasilitas parabola dan recorder yang disiapkan sudah mencapai seribu unit di dua wilayah tersebut. Keberadaan televisi satelit pun dipastikan sudah mengantongi izin dari instansi yang berwenang.

“Sudah komplit perizinan, izin siar. Bisa ditanyakan ke Kadiskominfo,” ujar Uko kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: RACHEL, Inovasi SMPN 6 Padang Panjang Untuk PJJ

Selain itu dikatakan Uko, fasilitas parabola dan recorder untuk bisa mengakses televisi satelit 132 ditargetkan dapat mencapai 10 ribu unit di seluruh wilayah Kota Bandung. Menurutnya, para siswa dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk belajar daring.

“Masyarakat yang mau belajar bisa datang ke RT, tempatnya dikondisikan sama RT,” ucapnya.

Uko mengutarakan, anggaran televisi satelit untuk 5 ribu unit berasal dari BEEC dan sisanya akan menggandeng pihak swasta. Pembangunan televisi satelit 132 masih membutuhkan waktu sehingga masih terdapat infrastruktur yang belum lengkap. 

Sementara itu Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Bandung, Bambang mengatakan televisi satelit memudahkan dinas untuk memantau pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru kepada siswa. Menurutnya, konten materi pembelajaran terlebih dahulu disiapkan oleh dinas.

Baca juga: Kota Bandung Masih Jalankan Pembelajaran Jarak Jauh

Ia menjelaskan, proses pembuatan konten terlebih dahulu dimulai dengan menyeleksi guru terpilih, memvalidasi materi. Menurutnya, dengan televisi satelit maka targer kurikulum dan kontrol dapat dilakukan dengan maksimal.

“Partisipasi siswa yang menggunakan televisi satelit mencapai ribuan,” tandasnya.