Ayo Pelajari Keanekaragaman Hayati Agar Biologimu Oke

SekolahNewsHai Sobat Skul, kamu suka dengan pelajaran Biologi? Seberapa sukakah kamu dengan Biologi? Pelajaran yang satu ini memang cukup sulit dipelajari karena mengharuskan kamu menghafal begitu banyak materi.

Tapi, kamu tahu nggak? dengan mempelajari Biologi, kamu menjadi lebih mengerti betapa dunia ini begitu menakjubkan, lho! Nah, salah satu materi pelajaran Biologi yang bisa menuntun kamu untuk melihat keajaiban dunia adalah materi keanekaragaman hayati.

Sobat Skul, kamu tentu paham kan yang dimaksud dengan keanekaragaman, yaitu hal yang bervariasi atau bermacam-macam jenisnya. Lalu, bagaimana dengan hayati? Menurut KBBI, hayati berarti mengenai hidup atau berhubungan dengan hidup. Jadi dapat diambil arti dari keanekaragaman hayati merupakan beragamnya variasi yang terdapat di antara makhluk hidup.

Dikutip dari laman Quipper Blog, keanekaragaman yang terjadi ini ditimbulkan oleh dua faktor, yaitu faktor gen dan faktor lingkungan. Tidak hanya itu, keanekaragaman hayati juga meliputi beragamnya gen, spesies, dan ekosistem. Ketiga hal ini adalah tingkatan yang akan kamu jumpai dalam materi keanekaragaman hayati ini, nih. Yuk, kenalan lebih lanjut!

Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen

Padi sawah ( Gambar oleh Mufid Majnun dari Pixabay )

Keanekaragaman tingkatan ini disebabkan karena adanya variasi gen atau struktur gen dalam suatu spesies makhluk hidup. Gen sendiri merupakan faktor pembawa sifat keturunan yang dapat dijumpai di dalam kromosom. Setiap susunan gen akan memberi penampakan, baik anatomi ataupun fisiologi, pada setiap organisme. Bila susunannya berbeda, alhasil penampakannya pun akan berbeda pada satu sifat atau bahkan secara keseluruhan.

Keanekaragaman satu ini cukup mudah dikenali dengan ciri-cirinya yang memiliki variasi, nama ilmiah yang sama, serta perbedaan morfologi yang tidak terlalu mencolok. Biasanya, keanekaragaman hayati tingkat gen disebut sebagai varietas.

Contoh keanekaragaman hayati tingkat gen pada tumbuhan:

  • Padi (Oryza sativa) dengan varietas: padi rojolele, padi ciherang, padi ciliwung, dll.
  • Mangga (Mangifera indica) dengan varietas: mangga arumanis, mangga manalagi, mangga golek, dll.
  • Durian (Durio zibethinus) dengan varietas: durian petruk, durian bawor, durian monthong, dll.

Contoh keanekaragaman hayati tingkat gen pada hewan:

  • Anjing (Canis familiaris) dengan ras: anjing golden retriever, anjing bulldog, anjing german shepherd, dll.
  • Kucing (Felis catus) dengan ras: kucing anggora, kucing persia, kucing sphinx, dll.
  • Sapi (Bos taurus) dengan ras: sapi bali, sapi madura, sapi fries holland, dll.

Dalam keanekaragaman hayati tingkat gen, peningkatan dapat terjadi lewat persilangan alias hibridisasi antarorganisme atau spesies dengan sifat berbeda serta pembudidayaan hewan dan tumbuhan liar oleh manusia alias domestikasi.

Keanekaragaman Hayati Tingkat Spesies

Spesies Kera ( Gambar oleh Mylene2401 dari Pixabay )

Keanekaragaman satu ini dapat ditemukan pada komunitas atau kelompok berbagai spesies makhluk hidup dalam genus atau famili yang sama yang hidup di suatu tempat. Biasanya, semakin jauh dari kehidupan manusia, keanekaragaman tingkat spesies pun menjadi semakin tinggi. Misalnya, di hutan.

Contoh keanekaragaman hayati tingkat spesies pada tumbuhan:

  • Tingkat genus
    • Genus Citrus: jeruk bali (Citrus maxima), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), dan jeruk manis (Citrus nobilis).
    • Genus Musa: pisang buah (Musa paradisiaca) dan pisang serat (Musa textilis).
  • Tingkat famili
    • Famili Poaceae: padi (Oryza sativa), jagung (Zea mays), dan alang-alang (Imperata cylindrical).
    • Famili Zingiberaceae: kunyit (Curcuma domestica) dan jahe (Zingiber officinalis).

Contoh keanekaragaman hayati tingkat spesies pada hewan:

  • Tingkat genus
    • Genus Felis: kucing leopard (Felis bengalensis), kucing rumahan (Felis silvestris), dan kucing hutan (Felis chaus).
    • Genus Bos: sapi berpunuk (Bos indicus), sapi potong dan perah di Eropa (Bos Taurus), dan sapi asli Indonesia (Bos sondaicus).
  • Tingkat famili
    • Famili Bovidae: sapi (Bos) dan kerbau (Bubalus).
    • Famili Canidae: serigala (Canis) dan rubah (Lycalopex).

Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem

Danau Toba ( Gambar oleh j_sie74 dari Pixabay  )

Keanekaragaman ini terjadi akibat perbedaan letak geografis yang menyebabkan perbedaan iklim dan berpengaruh terhadap perbedaan suhu, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan lamanya penyinaran matahari. Dengan sekian banyak perbedaan tersebut, flora dan fauna yang menempati suatu daerah akan bervariasi pula.

Contoh keanekaragaman hayati tingkat ekosistem:

  • Ekosistem lumut yang terletak di wilayah sekitar puncak gunung atau di daerah dingin sekitar kutub dan didominasi oleh tumbuhan lumut. Hewan yang dapat dijumpai di dalamnya ialah hewan-hewan berbulu tebal seperti beruang kutub.
  • Ekosistem hutan konifer yang didominasi oleh tumbuhan yang berdaun seperti jarum, misalnya pinus atau cemara. Di dalamnya, terdapat hewan juga, salah satunya yaitu beruang.
  • Ekosistem hutan hujan tropis yang ditumbuhi beragam pohon, liana, dan epifit. Hewan yang hidup di dalamnya misalnya kera.
  • Ekosistem padang rumput yang terdapat di wilayah kering di ketinggian sekitar 4000 mdpl dan didominasi oleh rumput-rumputan. Pada ekosistem ini, hidup mamalia besar, karnivora, dan herbivora.
  • Ekosistem gurun yang memiliki perbedaan suhu mencolok antara siang dan malam, angin kencang, iklim panas, dan hujan yang sangat sedikit serta didominasi oleh kelompok tumbuhan xerofit seperti kaktus. Hewan yang dapat dijumpai di dalamnya adalah reptil dan mamalia kecil.
  • Ekosistem pantai yang didominasi oleh formasi pes-caprae dan barringtonia berbentuk perdu atau pohon. Di dalamnya, terdapat serangga, burung pantai, dll.

Wehhh, ternyata nggak perlu pergi jauh, ya! Di sekitar kita pun, kita dapat menyaksikan keanekaragaman hayati ini. Gimana, jadi lebih suka kan sama pelajaran Biologi?

Leave a Reply

Your email address will not be published.