Masalah dalam Belajar dan Solusinya

SekolahNews – “Udah belajar ?…” jawaban yang biasanya terucap adalah malas, capek, bosan, nanti deh, dan banyak lagi jawaban yang intinya nggak mau belajar. Kenapa ?

Berikut beberapa masalah dalam belajar :

1. Malas

Merupakan penyakit paling klasik kita dari generasi ke generasi. Dan penyakit ini bisa datang kapan saja tanpa diduga.

Apa sih yang buat kita malas ? Biasanya malas itu disebabkan karena kegiatannya itu tidak menarik, tidak tahu untuk apa, tidak menarik, dan membosankan atau hal lain. Hal-hal ini yang harus kita temukan penyebabnya.

Nah…kalau sudah tahu penyebabnya maka kita coba ubah paradigma (cara berfikir) supaya belajar menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan.

Gimana caranya ?

Semua orang pasti senang main kan? Misalnya main game. Coba pikir deh kenapa kalau main game jauh lebih enak daripada belajar? Karena main game itu punya tantangan tersendiri dan ada rasa bangga jika kita jadi juara atau berhasil melewati level orang lain. Atau kita berhasil melakukan sesuatu yang sulit dan tidak semua orang bisa melakukannya seperti kita.

Coba kita buat waktu belajar kita seperti kita main game. Ubah mindset kita bahwa belajar adalah kegiatan yang menyenangkan, penuh tantangan, dan kalau kita berhasil dapat nilai bagus akan memberikan nilai tambah tersendiri. Dan pastinya kita akan dihargai oleh lingkungan kita.

2. Belajar cuma untuk cari nilai tinggi

Salah satu tujuan belajar adalah supaya ilmu itu dapat bermanfaat untuk kita dan orang lain.

Mencari nilai tinggi itu wajar agar nilai rapor kita bagus. Tapi jangan lupa bahwa selain mencari nilai  kita juga harus bisa memahami (learning) kegunaan dari ilmu yang kita dapat sehingga nantinya kita dapat bereksperimen.Jadi kita jangan hanya belajar (studying) saja, tapi juga harus paham (learning).

Banyak orang berhasil secara akademik memperoleh nilai tinggi bahkan sempurna, tapi kalah dalam karir, finansial, dan lain-lain dari orang yang memahami ilmu. Kenapa? Karena orang yang memahmi ilmu itu mampu mengembangkan bakat, hobi, dan minatnya sehingga timbul ide-ide kreatif atau memiliki spirit yang luar biasa.

Berikut contoh ilmuwan muda yang berhasil  :

  • Elif Bilgin memenangkan dua penghargaan yaitu : Scientific American Science in Action Award dan Voter’s Choice Award. Elif yang emang dari SD udah seneng melakukan percobaan kimia di laboratorium. Dia berhasil menemukan material alternatif plastik dengan bahan dasar organic (kulit pisang) yang bisa jadi solusi untuk penumpukan limbah dan polusi plastic
  • Viney adalah abege keren berikutnya yang nyabet penghargaan Google Science Fair utk kategori umur 15 tahun. Dia membuat aplikasi GPS pada smart phone untuk mereduksi waktu tempuh mobil ERV (emergency-respond-vehicle), seperti ambulance, pemadam kebakaran, dll.
  • Ann Makosinski 16 tahun – BRITISH COLUMBIA, CANADA. Dia berhasil dapetin Google Science Fair Award utk kategori umur 15 tahun. idenya radikal – yaitu  alternatif sumber energi listrik dengan menggunakan sumber panas tubuh manusia.
  • Eric Chen – 17 tahun, SAN DIEGO, AMERIKA SERIKAT. Dia mendapat 2 penghargaan bergengsi Google Science Fair 2013 yaitu Grand Prize Winner sekaligus Google Science Fair Award untuk kategori 17 tahun. Selain penghargaan dari Google, dia juga memenangkan Intel Science Award 2014 dan Siemens Competition in Math, Science and Technology 2013. Dia menenmukan komposisi menghambat perkembangan jenis protein yang ada pada virus flu pada umumnya.

3. Tidak Suka Pada Pelajaran Tertentu

Egois adalah salah satu sifat manusia. Kita terbiasa hidup dalam zona nyaman (comfort zone), sehingga ketika terjadi suatu perubahan pada lingkungan kita jadi merasa aneh atau sinis dan timbul rasa tidak nyaman atau tidak suka. Hal ini lumrah, tapi harus dilawan.

Gimana? Seperti biasa, kita harus identifikasi masalah seperti: tidak suka dengan gurunya, nggak suka dengan cara ngajarnya, nggak suka sama pelajarannya, nggak suka sama teman satu kelompok, dll.

Jika sudah teridentifikasi, maka mulailah 2 langkah berikut ini :

  • Ubah cara bergaul

Jauhi bergaul dengan orang-orang yang memiliki pandangan negative. Misalanya : pelajaran fisika susah banget, gurunya bikin ngantuk, cara ngajarnya aneh, dll

  • Membuat sugesti

Kita mencoba untuk meyakinkan diri kita bahwa pelajaran itu menyenangkan, sangat perlu untuk masa depan kita, dll.

  • Motivasi diri

Ini hampir sama dengan sugesti. Kita harus terus menerus meyakinkan diri kita bahwa kita mampu dan bisa

4. Mudah Putus Asa

Sering kita mendengar orang bilang “Gue emang nggak jago”, “Otak gue pas-pasan”, “Gue emang nggak bisa hafalan”, dll.

Jangan pernah kita merasa putus asa. Ingat, ada pepatah mengatakan bahwa “Kerja keras adalah temannya sukses”. Kemampuan itu akan berkembang jika terus diasah. Mungkin saat ini kita memang belum jago, tapi kalau kita terus belajar dan berusaha mencari tahu maka kita bisa jadi yang terbaik.

5. Cara Belajar Yang Salah

deliberate practice adalah proses belajar yang bener-bener menuntut pemahaman kita secara mendalam untuk kemudian dilatih secara penuh untuk setiap elemen yang terkait dengan ilmu tersebut. Jadi kita jangan hanya menghafalkan rumus-rumus saja tanpa tahu kegunaan rumus tersebut. Atau kita langsung latihan soal tanpa mengerti konsepnya.

6. Kurang Semangat Belajar

Untuk yang ini sih tinggal gimana kita konsisten sama komitmen kita aja. Intinya adalah kita harus disiplin.

Semoga artikel ini bermanfaat buat kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published.