Ini 5 Fakta Tentang Monas yang Perlu Kamu Tahu

Monumen Nasional atau lebih familiar disebut Monas, merupakan slah satu ikon kota Jakarta. Selain sebagai penanda kota Jakarta, Monas juga menyimpan sejarah perjuangan bangsa Indonesi.

Seperti dikutip dari laman Kompas.com, (5/8/2019), Monas memiliki beberapa fakta menarik yang mungkin Sobat belum tahu. Apa saja, ya?

Pembanguan Monas sekitar 1963 (foto: Wikipedia/Museum Sejarah Monas)

1. Dibangun 17 Agustus 1961

Saat awal pembangunannya, menuai protes dari berbagai kalangan, banyak yang tidak setuju karena menghabiskan waktu dan biaya. Pembangunannya sendiri memakan waktu selama 14 tahun.

Bangunan setinggi 132 meter itu dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia saat kemerdekaan pada 1945.

Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 12 Juli 1975. Berdiri tegak hingga sekarang, Monas kini menjadi tempat wisata yang wajib dikunjungi oleh wisatawan dari luar kota dan internasional.

Presiden Soekarno melakukan inspeksi pembangunan Monas sekitar tahun 1963-1964. (foto: Wikipedia/Museum Sejarah Monas)

2. Lambang lingga dan yoni

Ide wujud dan rupa Monas berasal dari Presiden Soekarno dari Lingga dan Yoni yang melambangkan Laki-laki subur dan perempuan feminin.

Tiang utama yang berdiri tegak perlambang Lingga dan bangunan berbentuk cawan dibawangnya menggambarkan Yoni.

3. Berganti-ganti nama

Sebelum dikenal dengan sebutan Monas, bangunan ini sempat berganti-ganti nama sebanyak lima kali.

Dari sebutan Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas dan Taman Monas. Akhirnya dipilih nama Monumen Nasional alias Monas untuk bangunan ini.

4. Bentuk bangunan dan Lidah Api

Dasar bangunan Monas berada di kedalam 8 meter dengan tinggi pelataran cawan dari dasar mencapai 17 meter. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar berukuran 45×45 meter.

Puncak Monas berukuran 11×11 dan disini kita bisa melihat pemandangan seantero kota Jakarta dari ketinggian. Elevator disediakan untuk membawa pengunjung ke puncak Monas di ketinggian 115 meter.

Di bagian atas, terdapat cawan yang menopang nyala lampu perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35 kilogram. Bagian yang disebut dengan Lidah Api ini berukuran 14 meter dan berdiameter 6 meter yang terdiri dari 77 bagian yang disatukan.

Emas di Lidah Api (foto via Oyi Kresnamurti, google contributor)

5. Saudagar Aceh penyumbang emas Monas

Dari total berat 35 kilogram emas yang melapisi Lidah Api, 28 kilogramnya disumbang oleh seorang saudara kaya asal Aceh bernama Teuku Markam.

Namun, pada tahun 1995 atau tepat pada ulang tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke-50, lapisan emas pada Lidah Api ditambah lagi beratnya hingga 50 kilogram.

Itulah fakta-fakta tentang Monumen Nasional atau Monas yang tentunya membuat kita semakin tahu dan pantas berbangga akan keberadaannya sebagai salah satu ikon Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.